2010 First Post

Wow, almost February! Just realize that this blog is quite neglected. I don't know whether it's because I'm busy with a new place plus preparing my blog & web design portfolio or the portfolio preparation itself that makes me become 'not-a-verbal-person'. Or maybe those reasons are just an alibi to hide my laziness. :P

Quick update : So far my life's going smooth. I've been starting routine jogging since last week (but off on this week cz am having my period). We're happy in our new place and would love to invite more friends to visit us, and by the end of this month, we'll have some relatives from Indonesia. Well, I guess I hate to realize how fast the time's going but I love to know that we'll have more guest by the end of this January & February. C'mon, who else wants to visit us? We're waiting. ;)

Resolusi Tahu Baru

Di tahun-tahun sebelumnya (sampai sekarang di usia saya yang ke-23), saya tidak pernah membuat resolusi tahun baru. Bukannya anti, tapi bagi saya tahun baru hanyalah soal pergantian hari, tidak ada yg istimewa. Membuat resolusi  di moment pertambahan usia terlihat lebih masuk akal untuk sekedar mengetahui apakah hanya raga kita yang bertambah tua, ataukah jiwa kita juga semakin bertumbuh, matang dan dewasa.

Menjelang akhir tahun ini, seperti biasa saya membaca banyak sekali posting soal resolusi. Dan tiba-tiba saya  berubah pikiran. Saya pengen ikut merasakan euforia tahunan. Sepertinya bagus juga menulis resolusi setiap tanggal 31 December untuk mulai dilaksanakan tanggal 1 Januari di tahun berikutnya. Milestone yang mudah diingat, dengan perubahan angka tahun masehi yg jelas terlihat. Apalagi (insya Allah) tepat awal tahun 2010 ini, saya dan suami akan menempati rumah susun baru, masih di negara yg sama. Moment yang (menurut saya) tepat untuk meletupkan semangat dalam menjalankan rencana-rencana baru.

Dan inilah resolusi saya untuk tahun 2010 :

  1. Lebih rajin beribadah (sholat tepat waktu dan rajin mengaji).
  2. Belajar untuk lebih sabar. Well, I think I complain too much about this and that. Sering banget mengeluarkan kata-kata "kok gitu sih?" atau "kok bisa sih?" atau "yaaahh". Gampang banget stress dan kecewa kl ada hal-hal yang berjalan dengan tidak seharusnya. Surely not good, I know. Semoga di hari-hari selanjutnya saya bisa lebih sabar dan 'nrimo'.
  3. Lebih serius soal pendidikan. Harus ada suatu achievement penanda, entah apa. Mungkin sesuatu yg dinilai dengan angka. Pokoknya harus rajin belajar! :D
  4. Rajin olahraga. Hehe..No comment.
  5. Belajar (dan rajin) menulis. 
  6. Belajar basic finance dan merapikan anggaran rumah tangga. Hoho.. 
  7. Memperdalam web development dan e-commerce.
  8. Membuat portofolio.
  9. Menjalankan 2 blog project. Yang 1 bareng suami, sebuah project tertunda yang merupakan rencana kami sejak masih pacaran, dan yang 1 lagi baru terpikirkan pagi ini. Dua-duanya tentang mimpi.

Udah, 9 aja. Lalala... semoga bisa jalan semua. :P

Happy new year, everyone! :)

Another Productive Mood

Today I have officially finished blog design project for "Kemuning Kitchen" and I'm so glad everyone (especially Mba Uchiet, the blog owner) likes it. The design is simple as usual.  :P
We also like the cupcakes illustration on header so much. It's Clarice's. I asked her to use it for my design and surprisingly she replied my request so fast and gave the permission.



Let's go on to the next project! ;)

Jadi Ibu Rumah Tangga itu (Tidak) Gampang

Setelah tangis saya pecah beberapa waktu lalu, saya menyadari bahwa menjadi ibu rumah tangga (saja) ternyata tidaklah gampang. Setidaknya untuk saya. Rasanya ada tekanan secara psikis dari masyarakat (yg mengaku) modern yg beranggapan bahwa saya adalah istri yg 'diem aja di rumah' dan 'menghabiskan uang suami'. Ego saya terluka. Apalagi harus saya akui, sebelumnya saya juga termasuk 'mereka-yg-meremehkan-profesi-ibu-rumah-tangga'. Saya, wanita aktif dan pintar (maaf kl sedikit narsis) yg melepaskan berbagai peluang emas untuk mengabdi pada suami, harus berhadapan dengan tuduhan 'orang kebanyakan': 'istri yg mendadak hidup enak di luar negeri'. Tuduhan yg kadang membuat saya mengernyitkan dahi, "lo pikir hidup gw sebelumnya sesusah apa?" atau "halooo.. fyi gw nolak promosi dan sebuah pekerjaan dg training & attachment di luar negeri demi pernikahan yg sangat gw hormati dan tidak akan pernah gw sesali ini."

Saya sempat tertekan selama beberapa bulan. Tekanan yg bagi saya lebih berat daripada masa-masa lembur di kantor untuk mempersiapkan decision making chart hingga jam 1 pagi. Bahkan saya (masih) berusaha untuk tidak menggunakan uang hasil jerih payah suami untuk belanja yg sifatnya 'pemuas ego wanita'. (Ya, sampai sekarang saya masih menggunakan uang hasil keringat saya sendiri untuk printilan kaum hawa dan belajar untuk tidak seboros saat masih lajang dengan (cukup) banyak uang sendiri.)

Opini publik itu terus mengganggu pikiran saya. Padahal di rumah pun saya tidak 'diam'. Selain pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, setrika, dll yg harus dikerjakan sendiri, masih ada pekerjaan validasi dan trial-error coding yg pelan-pelan saya tekuni (dengan dukungan penuh dari suami). Masih ada setumpuk bahan bacaan pengasah otak -bekal sekolah- yg harus saya pelajari. Namun semua itu tidak mampu mendistraksi otak saya. Saya terhimpit stress dalam waktu yg cukup lama, hingga suatu malam saya menulis comment pada notes seorang teman esema, "sometimes some audience miss the point(s) of our show (which is actually we shouldn't really care)".
Seketika itu juga saya sadar bahwa saya sudah membuang-buang waktu untuk peduli pada hal yg remeh-temeh: opini penonton-yg-bodoh. Saya melupakan esensi pertunjukan saya sendiri. Saya lupa bahwa beberapa orang yg duduk disana memang 'otaknya ga sampai', jadi ga perlu dipaksa untuk 'mengerti'. Saya lupa bahwa bekerja dari rumah (selain karena kondisi), juga merupakan kemauan saya sendiri. Saya lupa pesan ayah saya bahwa saat kita merasa tidak bisa menyenangkan semua orang, cukuplah berusaha untuk menyenangkan Tuhan dalam melakukan segala sesuatu.

Saya pun kembali jatuh. Kali ini saya jatuh malu. Malu menyadari bahwa pikiran-pikiran semacam itu membuat nilai ibadah saya sebagai seorang istri berkurang. Malu menyadari bahwa selama ini saya lebih bodoh daripada penonton-yg-bodoh, karena sejauh ini membiarkan mereka mengerdilkan otak saya.

Perlahan tapi pasti saya kembali berdiri. Mulai membuka mata lebih lebar untuk melihat achievement(s) saya sendiri: saya yg pelan-pelan mulai bisa masak, saya yg (insya Allah) selalu mensupport suami untuk lebih focus dalam mencapai goal-nya, saya yg berhasil mengantarkan seorang 'customer' meraih suatu penghargaan kecil di tempat kerjanya, dan lain-lain dan sebagainya. Saya mulai bisa berdamai dengan 'penonton-yg-bodoh' dengan bersikap tidak peduli, serta berdamai dengan diri saya sendiri dengan berusaha untuk lebih menghargai profesi 'ibu rumah tangga' yg ternyata tidak gampang ini. Saya juga semakin bersemangat untuk meraih achievement lebih banyak lagi.

Di balik semua itu, saya sangat bersyukur memiliki suami supportif, yg dengan tekun selalu mengajarkan saya untuk masa bodoh dengan opini publik. Suami yg selalu mampu membuat beban mental saya menjadi lebih ringan dengan senyum dan pelukannya. Suami yg tidak pernah lupa mengucapkan kata terimakasih dan benar-benar menyadari bahwa dia menikahi seorang istri (yang pintar), bukan seorang pembantu. Suami yg selalu membuat saya mensyukuri keputusan saya untuk menjadi seorang istri. Suami yg setiap hari selalu berhasil membuat saya jatuh cinta, lagi dan lagi.

--

Notes. this post is also dedicated for every house wife on earth. For Ninit Yunita, Monika Tanu, and Meutia Chaerani, thanks for inspiring me.

:)

Kata Ganti

Sedang berpikir untuk mengganti kata 'gw' dengan 'saya' untuk posting selanjutnya. Let's see! :P

Productive Mood

This afternoon I made simple template for Mba Yovita, new comer in blogsphere.



I'm so glad she likes it. Happy blogging, everyone!  :)

Julie & Julia

On last night in Suwon, me & hubby watch Julie & Julia.



For me this movie is very inspiring. I kinda interest to make sort of 'cooking blog project' with a deadline, just like Julia, to discipline me in commit to something until it's really done, become more diligent & consistent (on blogging), and of course to cook! :P

Favorite quote : "If no one's in the kitchen, who's to see?" Julia Child.

Come and Go

Halo world! :D

Ada beberapa email yg masuk ke inbox berisikan protes karena 2 hari belakangan ga bisa buka blog ini. Heuhuehe.. maaf & terimakasih telah sering mampir kemari. Kemaren blog ini sedang dalam rekonstruksi untuk menghilangkan kejenuhan pemiliknya. Well, entah kenapa makin hari gw makin males nulis di blog. Mungkin ini yg disebut-sebut sebagai 'titik jenuh ngeblog' yaa.. I've been blogging since 2005. Berganti-ganti style menulis dan berpindah-pindah tempat dari blogspot ke 360, trus sempet cobain wordpress, dan akhirnya balik kucing ke blogspot lagi.

Sejak kembali ke blogspot, gw ga pernah ganti layout. I love my yester-layout so much. Ga peduli kalaupun ada yg bilang ga kreatif dan terlalu sepi. Tapi setelah makin males ngeblog dan tiba-tiba jatuh cinta pada pandangan pertama sama gambar si Ibu Dapino yg gw jadiin header blog ini, gw pikir ga ada salahnya ganti layout. Siapa tau ampuh untuk menghilangkan rasa jenuh & malas. Ceklak-ceklik-ceklak-ceklik dan voilaaa.. jadilah sebuah layout yg (jauh) lebih rame ini. Konsep layout ini beda 180° sama konsep layout sebelumnya, yg benar-benar menjunjung tinggi prinsip 'less is more'.  Anyway, I hope you still enjoy this blog.

Harus gw akui, kejenuhan & kemalasan gw membuat blog ini ketinggalan banyak cerita. Hari-hari di Suwon, project independent gw yg masih jalan di tempat, janji untuk rajin belajar yg tertunda, project blog design iseng-iseng untuk beberapa teman dekat, dinner octopus hidup & globe fish, weekend(s) di Seoul bersama suami, dan lain-lain dan sebagainya.  Tanpa terasa gw sudah memasuki hari-hari terakhir di Suwon. Hubby's project is officially done today. Faster than expected. Jadi kl biasanya kita 3 minggu di Suwon dan seminggu di Singapore, kali ini kita akan balik ke Singapore dan ga balik-balik kesini lagi (untuk project yg sama). Dan gw sedih. Padahal disini pola makan gw jd ga sehat & ga teratur karena lidah gw sangat picky dan kulit gw jd cepet kering karena saking dinginnya. Have I told you that nowadays, the temperature here is around -7°C ~ 9°C? Anyway, I like Suwon. Its people, its surrounding.. I'm gonna miss this place for sure and I hope someday we could visit this city anymore, whether for another project, holiday, anything! Yes, I want to go here again someday.


Ps.
  • Come :  the new layout  :)
  • Go : days in Suwon   :(
 

Mari Sayange

I found this blog few days ago.














I think that's a pretty cool project. Mari sayange Indonesia! :)

This Is It

It's been almost a week in Singapore. Last night, me and hubby went to Cathay to watch "Michael Jackson's This Is It" and unexpectedly, I enjoyed the movie. I'm not a fans of MJ, not even close. But I felt touched by the way he tried to get the perfection of every scene and the way he treated and appreciated others. He was very humble and nice to everyone! Now I know why people love him.

Well (besides I have no intention), it's already late to be his fans anyway. He has passed away. But I think his professionalism and his kindness could be a good example for other superstars.

Btw, tomorrow we have to go back to Suwon. Anyooooong! :D

Autumn in Suwon

I think i'm in love with autumn. Its leaves color, its dried leaves smell, its weather, and ofcourse its fashion trend. :)



Ps. That picture is absolutely not what I meant with "autumn fashion trend". That's just a picture of me enjoying the autumn. :D

Another Late Update

I'm not that senile to realize that I haven't posted anything here for awhile. I was just too busy with my lebaran holiday and my books. Besides Perahu Kertas, Negeri 5 Menara, and Zaid bin Ziyadh, there's one book that absorbed my attentions. Rara Mendut. A trilogy of Rara Mendut, Genduk Duku, and Lusi Lindri, adapted from Kitab Babad Tanah Jawi by Y.B. Mangunwijaya.


For me who crazy about Javanesse Culture, this book is awesome, esp its aksara jawa philosophy. Not like other books that could be finished for 1~2 days, I read that thick book for more than a week. Brought that book here and there until its paper became rumpled and until my dentist became interest to read this book. :D

Btw, after a night 'transit' in Singapore, this morning I've arrived in Suwon. Came afterward hubby that has been here for a week. I couldn't go with him after lebaran because I still had to wait for my South Korea Visa. That visa approval gave me longer lebaran holiday in my hometown. ;;)

Well, see you later. I hope I'll write more often here to share stories like when I was a new blogger. :P

Eid Mubarak 1430 H

Minal aidin wal faidzin, mohon maaf lahir & batin, esp untuk tulisan-tulisan di blog ini yg kurang berkenan di hati.

Happy lebaran, everyone! :)

Lazy Blogger

Excuse me for being a very lazy blogger. Here are some late updates from me within these two weeks :
  • Last Saturday, Sept 5, 2009, hubby has turned 28. We celebrated it privately with small birthday cake and celebrate again together on break-fasting time with tumpeng. Happy b'day, Love. Love me much more! :P
  • Here in Singapore, I met my old friends from Jember -Novrida, Dhana, and Mba Fitri-. We've already met twice for break-fasting. The first one was in Ojolali, Lucky Plaza, a day before hubby's b'day, and the second one was yesterday in La Pau Sat.
  • Today we attended 'buka bersama forum imas-sg' in Bishan. I met some new friends and one of them is her. I already like her & her blog. :)
  • Tomorrow hubby's gonna cook tahu telor asin for me. Can't wait! :D

Date

Last night me & hubby had thai food in Sakura Restaurant, Cityhall for break-fasting and continued to Max Brenner Chocolate Bar, Esplanade for having desert. I ordered chocolate suffle as a revenge of hubby's delicious chocolate suffle in Kupu-Kupu Barong on our honeymoon.

Well, actually the chocolates supposed to be main dish because the portion is large (besides we already had tomyam soup and pineapple rice). :D


We went home with a very full stomach till felt like couldn't walk.

Anyway, the feeling last night was like the feeling on our very 1st date. We talked about our passions, food, etc. Me was very happy! :)
 

Copyright © 2009 celotehsiulan Design by Wulan Aquariyanti Picture by Dapino