Tuesday, May 24, 2011

Mendengarkan 'Si Ego'

24 Mei. Hampir genap 2.5 bulan blog ini tidak diisi. Apa kabar saya?

Sebenarnya saya juga tidak tahu pasti apa alasan saya membiarkan blog ini kosong melompong sekian lama. Waktu berjalan sangat cepat sehingga banyak cerita yang terlewat dan buntutnya merapel cerita terasa berat. Bayi cantik di perut saya sudah berusia 30 minggu dan semakin banyak bergerak lucu. Suami saya alhamdulillah baru saja mendapat pekerjaan baru. Lalu saya sendiri?

Well, kemaren, paaas banget kemaren, tiba-tiba saya merasa ..... entah apa namanya. Sedari kecil saya hampir selalu memiliki achievement yang bisa saya banggakan. Atau membuat orang-orang di sekitar saya ikut bangga. Achievement yg dihargai dengan reward, entah piala, piagam penghargaan, sertifikat, travel package, atau apalah namanya. Atau paling tidak, achievement yang bisa saya lihat sendiri.
Tiba-tiba kemaren saya merasa kalau sejak menikah, saya tidak memiliki achievement yang berarti. Tiba-tiba saya merasa kecewa pada diri saya sendiri. Saya banyak mengerjakan & merencanakan ini itu, tapi serasa belum meraih achievement apa-apa. Ok, client puas atau murid jadi 'bisa' adalah achievement. Dan juga bisa saya lihat/rasa sendiri. Tapi tetap saja ada yang kurang. Ada yang salah.

Saya belum tahu pasti jawabannya. Mungkin 'kesalahannya' ada pada gelar 'ibu rumah tangga'. Lately saya merasa mual tiap kali ada yang bertanya, "ikut suami? di rumah aja?" dan saya atau suami menjawab "iya". Tidak ada yang salah dengan menjadi ibu rumah tangga. Yang salah adalah ketika ego saya menangkap suatu anggapan bahwa 'di rumah aja' means cuma memasak atau sebentar lagi akan mengurus anak. Ada kesan 'mendiamkan otak', walaupun kenyataannya tidak begitu.
Saya tidak bilang ada yang salah dengan  kegiatan di atas. Memasak untuk keluarga dan mengurus anak, -terlebih disini, dimana upah asisten rumah tangga tidaklah semurah di Indonesia-, bukanlah hal remeh-temeh yang ringan, saya tahu. Dua pekerjaan itu berpahala besar, saya juga tahu. Dan belajar dari banyak cerita, saya juga sudah berkomitmen untuk mengurus anak saya sendiri.
Tapi entah kenapa anggapan tentang 'cuma memasak dan mengurus anak' membuat saya mual. Kali ini bukan karena saya terlalu peduli dengan kata orang seperti yang saya tulis di sini, tapi karena saya terlalu peduli dengan kata ego saya sendiri. Ego yang sedang dangkal. Ego yang menuntut untuk melihat suatu pencapaian diri yang lebih banyak lagi dengan main base di rumah, sehingga dia tidak lagi merasa terganggu saat dianggap 'mendiamkan otak di rumah aja'.
Dan bagi saya saat ini, anggapan 'si ego' itu bukanlah hal yang mudah saya abaikan.

Kemaren, karena lelah dengan perasaan saya sendiri, akhirnya saya mengadu pada suami. Suami bilang yang saya perlukan adalah kesabaran dan usaha lebih banyak lagi, sampai semua yang saya cita-citakan dan yang pelan-pelan sedang saya rintis 'dari rumah' menampakkan hasil, dan saya merasa meraih achievement yang saya ingini.
Saya mengamini. Tidak ada jalan yang lebih baik selain membentangkan sayap lebih lebar pada tiap-tiap mimpi.
Usaha lebih banyak lagi, sampai paling tidak saya sendiri bisa melihat hasil dari apa yang sedang saya usahakan sekarang ini. Bukti. Itu kan yang 'ego saya' mau lihat dan miliki?

Kali ini saya memutuskan untuk mendengarkan si ego yang demanding ini.

--

Update - 30 Mei 2011: 

Well, ketika pembaca salah sangka, berarti penulis gagal menuliskan ceritanya. Membaca comment di facebook, twitter, dan juga disini, sepertinya saya gagal menulis post kali ini. :D

Bukan, saya bukannya tidak suka atau bahkan putus asa menjadi ibu rumah tangga. Justru sebaliknya, posting ini tentang ego saya yang 'menantang' diri saya sendiri untuk lebih fokus dalam menggapai mimpi dan cita-cita saya, menjadi manusia yang bisa bermanfaat untuk lebih banyak manusia lainnya, walaupun main base saya di rumah dan gelar utama saya 'ibu rumah tangga'. Bismillah..  

Anyway, terimakasih telah meluangkan waktu untuk membaca. :)


Ps. Gambar dipinjam dari istockphoto.com

6 comments:

quinie on May 25, 2011 9:49 AM said...

huaaa ga terasa ya udah 30 minggu dan sebentar lagi si dede bakalan hadir ke dunia ini. semoga lancar ya lan :).
senangnya blog mu ini di update lagi :)

tentang rewards... kadang saya berpikir, reward ga semata2 tentang piagam, penghargaan, bonus dsb dsb. tapi melihat orang lain puas, suami saya senang menurut saya itu penghargaan yang tak ternilai.

frankly, saya berpikir untuk memulai karir fulltime menjadi ibu rumah tangga, daripada menjadi ibu supervisor anak2 saya di kantor. jadi, jangan pernah nyesel jadi ibu rumah tangga. ibu rumah tangga itu kan manager semuanya. ya keuangan, ya perencanaan, semuanya... dan butuh seorang istri yang pandai seperti dikau yang bisa melakukan peran itu. so, ga usah peduli apa kata orang. karena kita yang ngejalanin hidup kita :)
take care sis.
miss you :)

Wulan Aquariyanti on May 25, 2011 11:54 AM said...

Hihihi.. Iya, akhirnya di-update lagi. :">

I have no probs being a housewife, mba. Cuma aku maunya ada achievement lebih yang bisa aku lihat sendiri dari semua kemumetan yang aku kerjakan dari rumah.

Kepuasan orang lain adalah penghargaan tak ternilai, tapi kita butuh 'suatu lecutan' dan terus empowering diri sendiri agar bisa empowering others, at least keluarga inti kita sendiri. Daaan.. as mentioned, kali ini bukan karena dengerin 'kata orang', tapi karena dengerin si ego yang mau bukti kl kita bisa berbuat sesuatu yg berarti walaupun main base kita di rumah. :D

Thanks a lot ya mba.. *hugs!

Unie Buffon on May 29, 2011 3:27 PM said...

aku sll kagum dgn pikiran2mu yg kadang tdk pernah terlintas dalam pikiranku...mungkin karena memang otak saya terlalu simpel, atau bisa dikatakan tidak mau berpikir hal2 yg berat...makanya saya bangga jadi ibu rumah tangga saja dan tak pernah terpikir apa yang akan dikatakan orang ttg profesi sbg ibu RT...bahkan saya tidak pernah berpikir ttg achivement yg saya peroleh...dahulu...hanya dgn melihat anak kecil memakai baju hasil design saya saja, saya akan senang setengah mati dan itu salah satu achivement yg saya peroleh...atau buyer memilih hampir seluruh design saya...itu suatu pencapaian...
tapi itu pencapaian duniawi, skrg setelah menikah, suamiku mengajarkan saya ttg pencapaian yg sifatnya 'ketuhanan'....semua yg saya lakukan untuk hidup ini...saya tempatkan untuk mendapatkan pencapaian yg tertinggi di mata Alloh swt...saya masih terus berusaha utk itu, salah satu jalan menuju pencapaian itu adalah dgn menjalankan tugas sbg ibu rumah tangga...dan insya Alloh kalau suami kita menghargai apa yg kita lakukan dan suami ridho...pencapaian terbesar Insya Alloh akan kita dapat yaitu Surga...dari dapur kita bisa mencapai surga...Insya Alloh!
Jangan biarkan pikiran orang dan ego-mu menghambatmu untuk mendapatkan pencapaian terbesar dalam hidup. (just my thought) ^,^

and Ulan, pengen liat dong kamu yg lagi hamil...upload photonya ya...;) dan doakan aku
menyusulmu ;)

Wulan Aquariyanti on May 30, 2011 9:56 AM said...

Uniii.. thanks a lot for stopping by. Me miss you!

Insya Allah 'tugas utama' tetap dijalankan. I just challenge myself to do more, biar (semoga) selain jd manudia yg bermanfaat untuk keluarga, juga bisa bermanfaat untuk lebih banyak orang. Bismillah..

And the picture.. hopefully I can upload it soon. :p

Anonymous said...

Cukup mengerti maksudnya ego yg dimaksud. Mgkn skrang lg berasa transisi ketika achievement didapat dgn waktu yg tidak begitu lama dan sekarang memerlukan waktu lebih dan namanya manusia, yah selalu ad hal yg dipingin dan itu normal selama masi positif dan bermanfaat. Bagusnya adalah rasa ingin berkarya dr diri wulan, yg dilakuin sekarang jg berguna, buktinya kan banyak yg terinspirasi dr blog ini. mgkn bs coba nulis buku kan? Dgn begitu tetep bs berkarya di rumah dan mengurus rumah. Mgkn saat ini bs liat kembali ke diri kita dan fokus apa sebenernya yg bisa dilakuin dan jgn pake kata 'cuma' mengurus rumah. Mengurus rumah adalah hal paling berat dan mulia 'rumah' bukan sekedar tempat tp juga tempat 'hati' keluarga. Anggapan tg ibu rumah tangga benernya kalo aku pikir karena di indonesia banyak asisten yg membantu mereka dan mereka pikir pekerjaan rumah mudah padahal itu adalah pekerjaan yg ndak ad habisnya. dulu kan ndak ada anggapan itu krn hampir semua istri memang di rumah sedangkan sekarang mulai ada perempuan bekerja dan adanya anggapan wanita karir dan lainnya tapi semua balik ke diri kita, pilihan kita dan apa yg kita ingin dan butuhkan karena tiap orang punya 'moment' dan jalan yg berbeda tgl perspektif kita. Nulis tg ibu rumah tangga ini cm tg pandangan ketika jaman mulai berubah aja dan ini hanya pendapat aja yah. Moga ke depannya Wulan makin berkarya, Semangat Wulan.

Wulan Aquariyanti on May 31, 2011 4:26 PM said...

to Anonymous:

Sayang sekali 'anonymous'. Anyway, terimakasih banyak. :)
Insya Allah ini sedang berusaha untuk lebih fokus berkarya. Mohon doanya, yaa..

Post a Comment

 

Copyright © 2010 Wulan Aquariyanti